Oplus_131072
banner large

Penertiban Pedagang Pasar Modern Unit 2 Tulangbawang Ricuh

X
Bagikan

Tulang Bawang Mtv -Wakil Bupati Tulangbawang Hamkam Hasan bersama jajaran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang dan petugas keamanan TNI-Polri lakukan penertiban pedagang kaki lima di Pasar Unit 2 Banjar Agung, Tulangbawang, Senin (21/4/2025).

Dalam penertiban yang berlangsung itu terjadi kericuhan di sekitar lokasi Pasar Unit 2 Banjar Agung, Tulangbawang.

banner 300x250

Kericuhan itu terjadi saat Wakil Bupati Tulangbawang meminta pedagang kaki lima pindah ke area dalam pasar dan permintaan itu ditolak para pedagang.

Namun kericuhan tersebut dapat diredam petugas gabugan dari TNI-Polri dan Satpol-PP Tulangbawang

Wakil Bupati Tulangbawang Hamkam Hasan saat diwawancarai awak media mengatakan sebelum dilakukan penertiban ini pihaknya sudah lakukan sosialisasi selama satu setengah bulan lamanya.

“Sudah kami sampaikan melalui administrasi, lisan, surat edaran dan rambu-rambu tetapi tidak dihiraukan,” ujarnya.

Hamkam Hasan menuturkan dari sosialisasi yang dilakukan sebenarnya terdapat kesepakatan jika para pedagang siap berdagang di dalam pasar.

Tetapi kenyataannya kesepakatan itu tidak dihiraukan oleh sebagian para pedagang kaki lima.

“Memang manusiawi ada yang nurut ada yang coba-coba berdagang di luar area pasar dan di situ kami mulai tertibkan,” ungkapnya.

“Tapi alhamdulillah dan insya Allah mulai hari ini dan ke depan tidak ada lagi yang berdagang di luar,” sambungnya.

Ditambahkan Hasan untuk menjaga ketertiban area sekitar pasar dari pedagang liar maka pihaknya ke depannya akan mengerahkan sejumlah personel untuk berjaga.

Supaya jika ada pedagang yang coba-coba berdagang di tempat yang tidak seharusnya bisa langsung ditertibkan.

“Kami tindak tegas pedagang yang masih berjualan di luar pasar seperti jalan trotoar dan lahan parkir area Pasar Unit 2 Banjar Agung, Tulangbawang,” imbuhnya.

Di sisi lainnya pedagang kaki lima yang alami penertiban bernama Meri mengaku kesal atas tindakan yang dilakukan pemerintah.

Menurutnya sebagai pedagang yang mengandalkan keuntungan dari berdagang tentu saja penertiban yang dilakukan pemerintah sangat merugikannya.

“Kami ini butuh makan bukan malah diusir begini dan yang kami butuhkan ini cuma tempat berdagang supaya dagangan laku,” ungkapnya.

“Gimana kita mau berdagang kalau begini, kami ini cuma berdagang bapak bukan minta sama dia orang.enak mereka bergaji kami tidak,” sambungnya.

Nanang Ali

banner 728x90

Baca Juga

banner 325x300